Perihal Rindu Yang Menjadikannya Penting (Tentang Kepulangan dan Arti Kata Rumah) Pt.2

Tidak semua orang bisa berkata “aku pulang” sekalipun pada rumahnya atau keluarganya, tidak semua pulang itu melepas segela lelah, tidak semua rumah bisa menjadi wadah hati yang gundah. Kurang lebihnya begitu, atau “jangan jangan itu aku ?” tanyaku atas pernyataanku sendiri yang terlintas saat berjalan di trotoar sembari mengingat ada hati yang terlantar disana. Ya […]

Lintasan abu

Kemarauku dikutuk abu oleh awan mendung Merubahnya gulita nan damai Mungkin benar ruangku adalah sunyi sendiri tanpa siapa siapa di pelataran Alltarku bukan selalu di hanyut sudut ruang dengan dupa dan panjat doa Alltarku adalah kemana kakiku melangkah Doaku bertabur diantara semesta sembari menunggu jawab Setelah kemarau, ada mendung di ujung jalan Angin kencang, petir, […]

Romantisme Buku, Musik, Pekerjaan dan Secangkir Kopi di Sudut Ruang kerja

Sebait sajak yang pernah kukarang berjudul “secangkir kenikmatan” kubaca di atas meja kerjaku, bersebelahan dengan buku jurnal harian dan kopi yang berada di cangkir berbentuk lensa yang penuh dengan cerita Sementara itu hujan baru saja selesai membasahi jalanan depan rumah, secepat datang dan perginya hujan secepat itulah hidup dengan penuh kepelikan ini. Tenang cukup nikmati […]

Secangkir Kembara

Rumah tempat insan itu lahir dan dibesarkan, semestapun berkonspirasi…… membuat insan itu kejalan menuju ketidakpastian, namun apakah ketidakpastian adalah rentetan keteraturan semesta? Terkadang semesta menyuruh kita untuk menjadi lebih sempurna melalui sebuah perjalanan, Perjalanan penuh ketidakpastiaan dan jauh dari kata rumah. Semesta selalu mengajarkan bahwa setiap insan harus belajar lewat sebuah perjalanan, untuk melepaskan baju […]

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas