Hadirmu Pada Konstelasi Semestaku

3 tahun sudah semesta mempertemukan kita, ada sebuah kisah sederhana dan berkesan tentang pertemuan disana disebuah konstelasi yang kau namakan semesta cinta. setiap cerita pertemuannya selalu mengetuk pintu hati.

Tak pernah terpikir olehku bagaimana suatu hari demi hari bisa terjadi, yang terasa hanya terjadi begitu saja semua seolah spontan, rencana hanyalah omong kosong yang aku ciptakan untuk menutupi rasa cemasku untuk menjalani hari. Sampai akhirnya kubiarkan waktu bergulir di depan mataku, takdir mengubahku mempertemukan pada probalitas yang baru, hingga… sorot matamu tepat menatapku.

Kehidupan yang Meroda

Juli 2014, Roda takdir menggulirkanku pada hari dimana aku memasuki sekolah tingkat atas kejuruan yang tidak aku inginkan sejujurnya, jujur aku tidak pernah tau mengapa takdir mendaratkanku ke sekolah swasta ini walaupun aku sangat menyukai jurusannya hanya saja aku lebih menyukai sekolah negeri. Sampai aku akhirnya bertemu denganmu dengan sederhana dan biasa saja, Dimataku kau masih seperti orang asing yang aku sendiri tidak tahu takdir apa yang akan kau bawa di kehidupanku. Yang jelas kali ini aku mengaku kalah dan hanya mampu pasrah kubiarkan waktu bergulir.

Tak ada sesuatu yang permanen, itulah yang setidaknya aku tahu diantara liarnya belantara hidup. setiap kehidupan yang meroda selalu membawa senja walau tak semuanya tampak jingga, di setiap keluh tak selalu semuanya biru itulah yang terjadi saat aku mencoba mengikuti guliran semesta, walaupun ego kian jengah harus mengakui bahwa ada kalanya kita harus mengikuti pusara.

Simposium Hati

Sesuatu yang baik terkadang datang ketika kau berpikir dan merasa baik, dan juga tidak kau RENCANAKAN. Ku jalani hariku seperti biasanya duduk di kedai kopi fancy meminum kopi dengan harga percangkirnya 25.000 dan ditemani kentang goreng biasanya lalu menulis di blog atau terkadang jurnal kecilku, dan saat itu juga tanpa pernah kusadari Tuhan menjatuhkan hatiku pada wanita yang awalnya biasa saja tiba tiba seoalah punya suatu sinar dan pesona.Duduk diantara sudut hening kedai dan menikmati kopi yang kupesan aromanya membawaku pada kenangan : “melihatmu berdiri di bibir pantai lalu kupandangi dirimu entah kenapa angin pantai berkata bahwa diriku memiliki kesamaan denganmu. saat dirinya memalingkan hadapannya sorot matanya bercerita banyak hal” mungkin saat itulah hatiku mulai bersimposium. Pertemuan dengan cara yang sederhana, jatuh hati yang sederhana, Indah. kembali dari lamunanku di sudut kedai sambil memandangi gantungan foto dengan wajah wajah bahagia yang berada di sudut kedai dengan kisah kisah cintanya bersama orang tersayang semakin membuat bulir bulir cinta berjatuhan di hatiku.

Termenung di Sudut Kedai

Ruang Kelas adalah Dimensi Temu

hari demi hari kujalani hidupku dengan penuh rasa cinta terhadap mimpiku, passionku dan juga kamu. semua tercurah dimanapun tempatnya khususnya ruang kelas yang mempunyai kisah mengetuk pintu hati. Banyak orang bilang cinta dan romansa jaman sma itu indah. Setidaknya ada benarnya karena aku tak pernah berhenti mengaggumi sosok indahmu. Dahulu awalnya tempat ternyaman bagiku adalah rumah dan kedai kopi tapi kurasa sekolah tidak buruk juga menjadi tempat ternyaman bagiku asalkan bisa melihatmu.

Oktober 2014, Dalam diam kujunjung tinggi rasa ini tapi juga kupendam rasa ini. PARADOKS !!! seperti itu. Inilah dimensi waktu dimana diampun menjadi rasa yang dalam.

Aku Mencintaimu tapi tak akan ku nayatakan cinta ini sekarang kepadamu, karena aku takut kau berpaling dan memberi jarak. Biarkan aku mencintaimu dalam diam. Diantara sudut sudut ruang hening ini aku selalu rindu sorot matamu yang mungkin hanya bisa kutemui di ruang kelas ini. sudahlah biarkan waktu bergulir karena rasa selalu tahu tempatnya untuk hadir pada seseorang yang tepat.

November 2014, Ternyata November bukan hanya bercerita tentang awal musim hujan yang selalu menyapa kota ini, tapi juga tentangmu yang selalu kucinta dalam diamku.

Desember 2014, Ruang kelas itu spesial. selain bercengkrama dengan teman teman, Ruang kelas menjadi saksi kisah lain kalau menatap matamu sama hangatnya dengan secangkir kopi yang baru diseduh dikala hujan datang di bulan desember. Sorot matamu adalah pelukan yang akan mengkatalis hormon serotonin, mencabuti semua rindu di pagi buta, ahhh sudahlah habis ini mau liburan.

Membiarkan semuanya bergulir, bulan demi bulan berlalu tapi masih saja tetap bercerita tentang mata indahmu indahmu yang acap kali berkedut dengan lucu. memandangi selalu masih saja bercerita tentang banyak hal terutama ruang kelas ini yang menyampaikan cinta pandangan pertamaku.

Agustus 2015, Tak terasa liburan semester di bulan Juli berakhir pada akhirnya kubiarkan kenyataan menunjukan jalannya bahwa kita berada di kelas yang berbeda sekarang. Tapi tak masalah hanya dimensi ruang kelas yang berbeda setidaknya hatiku tetap sama.

November 2015, Bulanmu lagi, masih dengan rasa yang sama aku mencintaimu, itu saja. iya itu saja yang perlu kamu tahu haahahaha 😀

Desember 2015 – April 2016, Sudut kelas masih bercerita tentang hal yang sama yaitu BAHAGIA. Ruang kelas selalu menarikan sebuah bahagia ketika kawan kawan berkumpul, tidur saat tidak ada guru, bermain kartu, bermain botol perdamaian sampai membicarakan dan melakukan hal hal konyol lainya

Mei 2016, Seperti biasa kelas 2 tak terasa akan berakhir juga, banyak hal hal konyol yang tersisia diruang kelas ini sekarang. Kemabali harus menulis akhir lalu membuat lembaran baru.

Time skip

November 2016, Bulanmu lagi dengan rasa yang sama dan bahkan lebih, yang jelas aku sangat mencintaimu.

Desember 2016, Terseret anganmu. Itulah Desember tahun 2016 dimana parasmu kurubah menjadi sajak sajakku. Hujan memberikan aku irama dan melodi saat aku menulismu seolah semesta memanggil nama kita

Januari 2017, yang awalnya sehelai kisah namun setiap helainya menjadi tumpukan kenangan perjuangan yang membawaku kepada kesadaran tertinggi bahwa aku manusia yang takut perpisahan dan kehilangan.

Februari 2017, perasaan kalut dan senang. Senang karena kelulusan esok hari tapi juga sedih karena kelulusan hanya berujung pada perpisahan. lagi lagi semesta berparadoks. 14 februari yang katanya hari kasih sayang tapi kasih sayangku tidak hanya di hari itu saja.

April 2017, Ujian nasional berjalan tapi semua berlalu begitu saja. tapi yang aku ingat april bukan hanya hari penentu kelulusan tapi juga penentu hati ini. 6 april jam 21.11 kunyatakan perasaan ini padamu, yang pernah kau gelincirkan hatiku pada pangkuanmu sejak juli 2014. Rasa yang menunggu lama diterbangkan kini terbang bebas.

Cinta diantara Sigma Octantis

Banyuwangi (Gili ketapang), 28 April (dini hari), di bawah langit malam disudut dek kapal adalah salah satu momen sederhana, kala suasana ramai tapi dunia hanya terasa milik berdua. kita duduk di kursi yang berada di sudut dek kapal menatap langit malam yang di taburi banyak bintang. kala itu kita membicarakan banyak hal tapi ada satu hal yang kita bicarakan yaitu bintang. Kebetulan aku menyukai bintang karena Tuhan menciptakan bintang bukan hanya sebagai hiasan langit namun lebih jauh dari itu kau dapat membaca arah mata angin dengan bintang. Kala itu aku mengajarimu membaca arah mata angin dengan bintang salah satunya dengan Sigma octantis (bintang selatan) yang menunjukan arah selatan. sejak saat itulah aku jatuh hati dengan sigma octantis karena kurasa kamu juga menyukainya. hampir 10 menit membisu sambil melihat dan mensyukuri keindahan bintang yang diciptakan Tuhan. Saat itu aku mengerti bahwa keheningan pun mampu menyanyikan lagu merdu. Ya sederhana aku jatuh cinta kepadamu karena hal hal yang sederhana pula dan dengan kesederhanaan kita mampu merasakan mewahnya cinta.

Beranda Rumah, 12 Juni 2017, Malam ini telah kuselesaikan tulisan karya ilmiahku lalu aku keluar menuju teras rumah lalu duduk di bangku teras kebetulan ada bangku lagi disebelahku kosong entah kenapa aku berharap kamu ada disebelahku mengisi bangku kosong itu. Lalu sepi membawaku mengingat kembali momen saat kita beradi di kapal, sejenak terlintas bau laut dan wangimu. kembali pada kesadaranku aku melihat langit mendung tanpa bintang, tapi ada satu gugusan bintang yang masih terlihat yaitu bintang selatan yang pernah aku perkenalkan padamu pada saat di dek sebuah kapal. Lucu ya? Tuhan dan semesta memang suka bercanda, diantara mendungnya langit rasi bintang itu terlihat paling terang dan bintang itu mengingatkanku lagi ke momen itu dan kamu. Terlebih lagi semesta selalu berkonspirasi dengan rindu yang tahu cara menyapaku lewat hal hal sederhana, Sigma octantis kala itu bersinar terang diantara mendungnya langit mampu mengobati rinduku dan mengingatkanmu bahwa kamu adalah sosok yang selalu berpendar dihidupku walaupun mendung menyapa.

Dirimu dan sebuah rasa yang bernama Ikhlas

Tak terasa 3 tahun sudah aku mengenalmu pada awal sebuah semester baru tak pernah kusadari kalau kita sudah dinyatakan lulus dan akan meneruskan hidup masing tak pernah menyerah diriku kalau aku ingin memilikimu. hari demi hari selalu aku berangan ingin memilikimu. Kau tahu di masa ini bahkan diriku tak menyadari sebenarnya untuk apa aku memilikimu ? , sampai pada suatu hari diriku memberanikan untuk mulai bertanya “apa arti cinta? apakah egoku saja yang ingin memilikimu?” seperti orang bodoh mengajukan pertanyaan sendiri dan tertampar oleh pertanyaan yang kita buat dan ajukan sendiri. tapi itu hanya ego yang membenarkan kita bodoh, tapi nurani berkata kita manusia selalu dalam proses pembelajaran untuk menjadi lebih baik dengan mempertanyakan sesuatu ke diri kita sendiri. Pada akhirnya sampai pada kesadaran tertinggi yang hanya di dapat dengan mempertanyakan sesuatu ke diri kita sendiri, Aku telah mengerti hadirmu di konstelasi semestaku bukan untuk dimiliki, tapi cukup dicintai di hati dan diungkapan dalam tindakan. seketika itu perlahan hembusan angin membisikiku”bila kau mencintai seseorang kau akan mampu mengikhlaskan setiap langkahnya, dan bila kau mencintai seseorang dari hati kau tak akan mampu mengatakannya karena apa yang rasakan lebih dari yang kau katakan”. IKHLAS APAPUN EPILOGNYA.

Kau tahu aku tak ingin mengatakan ingin memilikimu pada akhirnya, aku hanya ingin mencintaimu tanpa memotong sayapmu agar kau tetap mampu terbang. Jika kau benar benar mencintai seseorang selalu ada rasa ingin menunjukan cintamu bukan dari sebuah kata kata “AKU MENCINTAIMU” yang kau inginkan hanya memberi dan memberi. itulah yang aku rasakan. aku tak peduli apakah pada akhirnya aku dapat memilikimu, cinta kita lebih dari komitmen yang ada rasa yang ingin selalu membahagiakan. Hadirmu Pada Konstelasi Hidupku telah merubah cara pandangku terhadap cinta yang lebih dewasa yang hanya tau memberi tanpa meminta pamrih. Memberi dan Ikhlas adalah kata kunci dari cinta yang sejati yang ada di kamus semestaku.

Terimakasih Untukmu yang disana yang telah merubah banyak hal dalam setiap konstelasi semastaku, Senandika singkat ini aku buat untukmu yang terkasih, Aku mencintaimu.

to : Berliana Novensia

by : Panggalu Ari

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos dibuat 55

0 tanggapan pada “Hadirmu Pada Konstelasi Semestaku

  1. So fckn nice LifeStory with great writter .make my heart beating,my feeling and soul touched (Read with Sad Backsound -Ame Okuri No Uta | Rain Goodbye);
    I’ll learn from u , to love 1 person from our deepest heart
    Hope u will maried with her

    From:Bastard Human

Yuk Kasih Komentar, Kritik atau Saran Disini :

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: