Pondasi Ekonomi Kreatif

Hello folks dan para reader yang setia semoga kalian tetep kece dan jadi orang yang terinspirasi dan menginspirasi dengan stay tuned baca baca blog ini, Ok sebelumnya apa itu ekonomi kreatif? ok mungkin lu bisa nunggu next post gua tentang ini. but it’s hard to say gua berusaha susun materi yang rapi soal ekonomi kreatif ini yang bakal saya ulas dalam sekali. Banyak problematika di dalamnya dan kenapa saya pribadi pos ini karena kegelisahan saya saat saya terjun langsung di dunia kreatif khususnya saat sesudah saya membuat agensi kreatif saya sendiri yang bernama “Esensi Creative” sebelum merintis ini sebelumnya saya pernah berkarya di dunia kreatif kurang lebih 3 tahun sejak saya duduk dibangku smk. Di Esensi creative ini saya memulai banyak hal di bidang jasa (*ini litlle bit promotion but ok lah wkwkwk karena ceritanya emang dimulai karena ini). Karena masih semrawut mungkin ini tugas saya as leader di Esensi dan atas nama creative agency Indonesia saya mau wakilin dan benerin sistem yang telah salah ini. Time to action.

Cut the all story short waktu Susun Esensi pada awalnya sempat kelabakan karena banyak tentang dunia ini yang belum saya pelajari khususnya pondasi pondasinya dan sampai akhirnya saya tahu di dunia ekonomi kreatif ini sebenernya ada 3 pilar untuk membentuk sebuah agency atau company yang bergerak di bidang kreatif ini kokoh. Nah dibawah ini adalah orang orang yang harus dibutuhkan untuk membentuk pilar pilar di ekosistem ekonomi kreatif itu sendiri:

  1. Hipster : dialah visioner desain sebuah produk, ide, dan konsep. Role meraka ini adalah soal membuat dan uji taste seberapa dope, baik, bagus, dan berbedanya sebuah produk. Jangan tanya kepada dia bagaimana detik teknis cara pembuatannya dan cara menjualnya. Karena si hipster adalah orang yang fokus memikirkan hal-hal kecil dan detil dari produk tersebut. Bisa dibilang kalau ibaratkan dia ini kontraktor yang ngerencanain gambar bangunanan di awala sampai ngasih list bahan dan ngecek apakah bahan bahan itu sesuai untuk bentuk sebuah gedung yang direncanakan. Executornya di-ibaratkan tukangnya hanya saja Executor di dunia creative dinamakan hacker. Di Indonesia ini sendiri banyak banget hispter yang dope dan kece tapi tak semua hipster ini sendiri bisa speak up dan stand out menyampaikan ide mereka.
  2. Hacker dalam dunia start up digital, merekalah yang dikenal sebagai programer, developer, dan coder yang paling paham dalam menjawab HOW IT WORKS. Dalam konteks desain, mereka adalah sosok yang paling paham teknis. Teknis pembuatan, produksi dan seterusnya. gak semua hacker di pahami begitu di dunia kreatif kalau ranahnya kerajinan ya si pengrajinnya sendiri. Nah kalau di Esensi sendiri mas Deny adalah orang yang dope di dunia ini
  3. Hustler: orang orang yang banyak minum kopi take away menurutku sih wkwkwkw. Gak gak itu tadi bercanda jadi hustler sendiri apa sih? bisa dibilang dia ini core dari semua pilar. Mereka ini adalah orang orang yang paham jualan, marketing, business plan sampai ke akar.Matanya bukan cuma jeli melihat barang yang bagus tapi hidungya pun tajam dalam mengendus peluang pasar kalau bahasa anak sekarang tau mana yang lagi (hype). Dalam dunia kreatif mereka inilah yang paham dalam strategi marketing dan branding. Mereka adalah orang orang yang paham bahwa karya gak bisa menjual dirinya sendiri.

ok jadi buat seimbangin sebuah agency kita butuh ketiganya, lebih jauh soal 3 role ini saya mau bahas di next artikel yg terbit minggu depan yang bakal lebih bahas lebih intim.

thanks dan semoga menginspirasi kalian.

Pangs.

#30harimenulis

Pos dibuat 55

0 tanggapan pada “Pondasi Ekonomi Kreatif

Yuk Kasih Komentar, Kritik atau Saran Disini :

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: