Berkarya – Seni Dalam Merasakan Fokus

Hi Peeps, Ketemu lagi nih kita. Jam 2 pagi tepatnya artikel ini aku tulis berawal dari kegelisahan diri sendiri dari tahun 2020 yang selalu di hantui dengan pertanyaan di kepala “Sebenernya mau aku arahin kemana diriku?” Sumpah ini pertanyaan di bilang ganggu juga enggak ganggu, cuma belum ada jawabannya aja, dan entah kenapa bulan april awal pas dari Jogja sempet sharing sama Tata pas di Jogja. Jadi waktu itu aku inget aku curhat soal karir, hobi dan passion ke Tata (soalnya cuma dia yang bisa aku percaya sampai saat ini) karena aku ngerasa gak pernah fokus pada satu bidang yang aku geluti. Jadi aku ngerasa menguasai banyak bidang , tapi aku gak pernah menjadi seseorang dalam bidangnya i mean jadi orang yang expert dan dikenal dalam bidang itu. Yah tujuan berkarya bukan soal ingin dikenal tapi aku ngerasa aku gak pernah telaten dan terkesan lompat lompat aku akuiin itu. Setelah berhasil mengakui dan menerima di tahun 2021 ternyata bukan cuma sampai disitu, alhasil curhat lah tadi sama Tata dan dia bilang “Kita Harus Pilih”, and then pada April sepulangnya dari Jogja itu mutusin buat fokus buat jadi pembaca buku, dan mulai rajin nulis lagi entah di buku harian, atau blog dan buat nyelesaiin proyek buku yang dari 2016 gak pernah berani buat aku terbitin. So ini adalah segelintir pemikiranku soal apa makna berkarya :

Berkarya itu bukan sekedar bekerja, lebih jauh dari itu menurutku berkarya adalah tentang proses menciptakan, menikmati dan merasakan apa yang kita ciptakan, dalam prosesnya berkarya harus fokus pada 1 hal, merasakan dan menikmati satu hal yang sedang kita ciptakan agar mendapat hasil secara maksimal (Menimbulkan rasa indah bagi orang yang melihat, mendengar dan merasakannya). Berkarya adalah merasakan satu proses penciptaan dimana kita harus fokus pada satu hal yang kita ciptakan karena berkarya sama halnya kita makan, kita bisa aja makan nasi rawon sama pecel berbarengan tapi apakah kita dapat fokus akan rasanya? bagi saya berkarya adalah proses kita menaruh fokus pada satu hal yang kita ciptakan. Sebaik baiknya karya adalah karya yang bukan hanya menebar manfaat tapi juga dikaji. 

Yang paling penting dari itu semua menurutku adalah mulai aja, hasilnya bakal selalu jelek di awal tapi kalau kita lakuiin terus masak iya gak lebih baik walaupun 1% tiap hari, jawabannya pasti lebih baik. Hal terpenting disini adalah buat selalu jalan terus gak peduli apapun hasilnya. Aku percaya uang akan mengikuti kalau kita telaten dan bisa jual hasil karya kita. 

Fokus juga jadi bagian terpenting disini, tanpa fokus juga bakal sia sia ya kayak pengibaratan makan pecel sama rawon pasti rasanya ngaco. Kita boleh belajar banyak bidang tapi awal prosesnya kita harus telaten perjuangin 1 hal yang jadi prioritas kita. Nulis iya kuliah iya, semua tetep bisa dilakuiin kita tinggal tempatin aja prioritasnya aja. Ngomongin fokus jadi keinget soal atomic habit dimana kita bisa membangun sebuah identitas yang kita inginkan lewat kebiasaan tadi, jadi semisal kita mau jadi seorang programmer contohnya ya kita paling enggak lakuiin ngoding 30 menit tiap hari pada masa belajar awalnya, baca ebook 30 menit soal bahasa pemrograman yang bakal kita pakai atau pelajarin, 30 menit praktik lagi. Aku sih percaya gak harus lama asal telaten tiap hari biar suatu kebiasaan itu jadi identitas kita. kalau kita penulis ya nulis kebiasaannya, kalau kita progammer ya ngoding, apapun itu lah

Mungkin ini sedikit pemikiran yang bisa aku bagi ke kalian soal berkarya ini, Terimakasih sudah membaca sampai akhir. Terimakasih juga sebesar besarnya buat Tata yang selalu support aku dan bantu aku menentukan pilihan ini, tanpa Tata tulisan ini juga gak bakal ada. See you on the next Post 

Pos dibuat 55

Yuk Kasih Komentar, Kritik atau Saran Disini :

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: