Musik dan Ke-Bhinekaan

Ke-Bhinekaan? Ya ke bhinekaan menjadi hal yang trending di mei ini sebelum bulan puasa datang, bagaimana tidak kejadian pengeboman di Surabaya menjadi heboh akhir akhir ini dan penyerangan di mako kemarin hari. sebelumnya saya Turut berduka cita atas gugurnya polisi dan kawan kawan yang berusaha menghadang teroris dan menjadi korban kebiadaban teroris, Tuhan tahu anda layak mendapat surga dan kasih Tuhan yang maha esa.

ngobrolin ke-bhinekaan, musik adalah alat pemersatu tapi akhir akhir ini saya merasakan keresahan yang dimana Musik yang diklaim sebagai bahan penghiburan dan mampu terserap ke semua golongan pun bisa menjadi konten perselisihan yang berat.

Kita begitu mudah mencela selera musik seseorang, mencemooh jika orang lain menyukai musik yang menurut kita memiliki kualitas yang jelek. Tentang musik mainstream ataupun anti mainstream, entah itu musik underrated atau overrated. Adapun perdebatan tentang produksi musik analog dan digital. Tentang penghargaan produsen kapitalis penyedia musik seperti Spotify, Joox, dan lain-lain. Beberapa orang dari kita yang rajin mengikuti berita musik tentu sudah kenyang dengan isu-isu seperti ini.

Jujur isu isu seperti ini sangat tidak nyaman dimana segala sesuatu kalian cela padahal hanya berbeda selera, saya sungguh sangat tidak paham dengan mereka yang mencemooh selera musik. maka dari itulah tulisan ini bernama Musik dan Ke-Bhinekaan. Tapi disini jika saja kalian mampu mencela seseorang dari selera musik bagaimana dengan ras, suku dan agama ? bagaimana dengan dinamisme yang lain apakah setiap kalian tidak sepaham kalian mencelanya tanpa mengerti atau memahami?

Sangat penting untuk menilik lebih jauh bahwa selera musik seseorang sangat bergantung dari aksesnya terhadap genre, lifestyle, habit, karakter dan media musik sebelum kita saling mencemooh. Anak yang setiap hari hanya bisa mendengarkan musik dari televisi yang menampilkan kekayaan musik Indonesia tentu berbeda dengan anak yang bisa mengakses saluran MTV dari luar negeri. Referensi anak yang hanya mendengar musik dari radio jelas kurang daripada anak yang bisa mengakses internet mendengarkan lagu-lagu yang dia pilih sendiri. Akses media dalam kehidupan sehari-hari menjadi elemen penting terhadap selera musik seseorang. Taraf pengetahuan seseorang sangat bergantung pada seberapa banyak referensi yang bisa dia dapatkan.

Setiap orang memiliki proses sendiri mengenali musik dalam kehidupan sehari-seharinya. Pengalaman menjadi penikmat yang membuat musik mendampingi kegiatan sehari-harinya tentu berbeda dengan penikmat yang betul-betul memperhatikan kualitas dan nada musik yang didengarkannya. Level kenikmatan musik seseorang sangat ditentukan oleh pandangan dan dunia seperti apa yang ia miliki. Orang yang memiliki pandangan hidup adalah ketenangan dan suka ngopi jelas biasanya mengarah pada musik syahdu seperti Folk,Blues,Jazz. Mereka yang hidupnya diantara adrenaline dan aktif tentu menyukai aliran seperti Rock, Pop Punk, dll. Sudah Selaknya juga kita mengetahui background kehidupan seseorang sebelum menjudge Selera musiknya.

Kebutuhan terhadap dinamisme dalam dunia musik akhirnya menjadi penting. Melihat bahwa kita memiliki selera yang berbeda tanpa perlu mencemooh orang lain adalah konsep besar yang perlu ditanamkan dalam diri masing-masing. Hal ini bahkan perlu diterapkan tidak hanya dalam musik, bahkan dalam setiap hal yang lekat dalam kehidupan sehari-hari. Pluralitas yang membutuhkan dinamisme. Dinamisme yang dimaksud adalah filosofi sosial tentang perubahan budaya, pilihan individual dan masyarakat terbuka yang berkolaborasi. Dinamisme adalah tentang apresiasi terhadap proses evolusi yang kompleks. Term ini diterjemahkan oleh Virginia Postrel dalam bukunya The Future and It’s Enemies.

Sekali lagi Ber Bhineka lah dari menghargai setiap perbedaan mulai dari hal terkecil seperti menghargai selera musik orang lain.

Thanks for read, Salam Hangat

Panggalu Raharja (Pangs)

Pos dibuat 55

Yuk Kasih Komentar, Kritik atau Saran Disini :

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: